Evaluasi Pelatihan: Mempersiapkan Magang bagi Transpuan & ODHIV

Pada Jumat, 14 Maret 2025, Yayasan Kebaya Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Pelatihan Pembuatan Gudeg, Kaos Shibori, dan Skill Barista Kopi. Kegiatan ini merupakan bagian dari assessment untuk program magang bagi transpuan dan ODHIV, guna mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja atau mengembangkan usaha mandiri.

Kegiatan ini berlangsung di kantor operasional Yayasan Kebaya, yang beralamat di: Jl. Tentara Rakyat Mataram, Gang Melati, Badran, JT I/711, Kelurahan Bumijo, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta.

Sebanyak 30 peserta, yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan, hadir untuk berbagi pengalaman dan memberikan umpan balik terkait keterampilan yang telah mereka peroleh. Evaluasi ini bertujuan untuk melihat dampak pelatihan terhadap kesiapan peserta dalam menjalani program magang atau mengembangkan usaha mereka sendiri.

Tujuan Evaluasi

  • Menilai efektivitas pelatihan yang telah diikuti peserta.
  • Mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam penerapan keterampilan.
  • Menyusun strategi kesiapan magang bagi transpuan dan ODHIV.
  • Membangun jejaring kerja dan peluang usaha bagi komunitas transpuan dan kelompok rentan di Yogyakarta.

Dampak Pelatihan bagi Peserta

Beberapa peserta berbagi pengalaman mengenai bagaimana pelatihan telah membantu mereka mengembangkan keterampilan dan meningkatkan kepercayaan diri dalam bekerja atau berwirausaha:

  • Pelatihan Kuliner Gudeg : Memberikan peserta wawasan mengenai proses pembuatan gudeg khas Yogyakarta serta teknik manajemen usaha makanan.
  • Pelatihan Kaos Shibori : Membantu peserta memahami teknik pewarnaan kain yang unik dan bernilai ekonomi tinggi.
  • Pelatihan Barista Kopi : Membekali peserta dengan keterampilan dasar dalam meracik kopi dan memahami industri perkopian.

Harapan dan Langkah Selanjutnya

Dengan adanya evaluasi ini, Yayasan Kebaya berupaya memperbaiki serta mengembangkan program yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan komunitas. Salah satu langkah ke depan adalah menghubungkan peserta dengan mitra usaha dan membuka akses magang di berbagai bidang agar mereka dapat mengasah keterampilan secara langsung di dunia kerja.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah bagi komunitas transpuan dan ODHIV untuk saling mendukung dan membangun solidaritas dalam mencapai kemandirian ekonomi. Dengan keterampilan yang terus diasah dan kesempatan yang lebih luas, Yayasan Kebaya optimis bahwa komunitas transpuan dan kelompok rentan dapat lebih berdaya dan mandiri.

Bagikan post ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *