Menyambut Smart Transchool 2.0 “Sekolah Tanpa Batas”

Bayangkan sebuah kelas tanpa dinding, tempat orang-orang dari latar belakang berbeda duduk bersama, belajar, dan saling menguatkan. Itulah mimpi yang kami sebut Smart Transchool, dan kini mimpi itu kembali hadir dalam Smart Transchool 2.0 yang siap digelar Oktober ini.

Seperti tahun lalu, ketika Smart Transchool 1.0 berhasil membuka ruang belajar yang inklusif, kali ini semangatnya justru semakin membara. Pendaftaran dibuka hanya sebulan, namun antusiasme yang datang begitu luar biasa: 46 orang mendaftar lewat formulir online yang disediakan Yayasan Kebaya. Dari komunitas waria di Klaten, Purworejo, Magelang, hingga berbagai sudut Yogyakarta, kabar ini menyebar cepat — seolah menjadi panggilan bagi siapa saja yang percaya bahwa belajar memang tidak mengenal batas.

Tagline kami, “Belajar Tanpa Batas untuk Keadilan”, bukan sekadar kalimat. Ia nyata dalam komposisi peserta yang beragam: 70% transpuan dan ODHIV dan 30% perwakilan masyarakat umum serta penyandang disabilitas. Bahkan mereka yang tahun lalu belum lolos seleksi diberi kesempatan baru untuk ikut serta. Semua orang punya ruang, semua orang punya arti.

Hasil seleksi akhirnya melahirkan 20 peserta yang akan menjadi bagian dari perjalanan Smart Transchool 2.0. Dari sini, kami percaya akan lahir “champion-champion” baru yang berani membawa perubahan di masyarakat — bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk kelompok rentan lain yang sering terpinggirkan.

Program ini terselenggara berkat kerja sama antara Yayasan Kebaya Yogyakarta dengan dukungan mitra kami, Bread for the World (BfdW). Sebuah bukti bahwa ketika kebersamaan dan inklusi dipraktikkan, ia bukan sekadar jargon, melainkan energi yang nyata, terasa, dan menggerakkan.

Dan Oktober ini, energi itu akan berkumpul di Magelang. Sebuah pekan penuh belajar, refleksi, dan mimpi-mimpi baru yang disusun bersama. Karena sekolah yang sesungguhnya bukan hanya soal buku, papan tulis, atau ruang kelas — tapi tentang keberanian untuk percaya: kita semua berhak belajar, tanpa batas, untuk keadilan.

Bagikan post ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *