Setiap komunitas memiliki cerita tentang perjuangan, harapan, dan kekuatan untuk bangkit. “Merajut Pelangi: Kisah Penerimaan, Keberanian, dan Solidaritas” hadir sebagai buku praktik baik yang merekam perjalanan komunitas transpuan dalam membangun ketahanan, keberdayaan, dan solidaritas bersama.
Ocha Sakura
“Aku belum sampai,
tapi aku tak tersesat.
Masih di jalanan,
tapi mimpi-mimpiku
kembali tumbuh..”

Melalui pengalaman dan cerita komunitas, buku ini menunjukkan bahwa pemberdayaan, dukungan sosial, akses terhadap hak dasar, dan ruang yang inklusif menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan yang lebih setara.


Shinta Yola
“Pengalaman mengajarkan
bahwa kami tidak bisa terus
mengandalkan mengamen.
Tubuh akan semakin tua,
tenaga semakin berkurang,
dan rasa lelah datang lebih cepat.”
Buku ini menjadi bagian dari perjalanan Program Penguatan Ketahanan Komunitas Transpuan Yayasan Kebaya bersama Brot für die Welt (BfdW), yang berkomitmen memperkuat kapasitas komunitas, mendorong inklusi sosial, dan membangun ruang aman bagi transpuan.
“Merajut Pelangi” sebuah pengingat bahwa setiap suara memiliki arti dan setiap komunitas memiliki kekuatan untuk menciptakan perubahan.

📖 Judul: Merajut Pelangi: Kisah Penerimaan, Keberanian, dan Solidaritas
🏢 Penerbit: Yayasan Kebaya Yogyakarta
📅 Cetakan Pertama: Agustus 2026
📄 78 halaman
Penulis: Vinolia Wakidjo, Sarinah, Novi Piyya, Ocha Sakura, Cherly, Sinta Yola, Tika
Editor: Adityo Nugroho
Fasilitator Naratif: Sapta Widi
Diterbitkan dalam rangka: Program Penguatan Ketahanan Komunitas Transpuan Yayasan Kebaya – Bread for the World (BfdW)
