Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi berbagai elemen masyarakat di Yogyakarta untuk menunjukkan bahwa layanan HIV harus dapat diakses siapa pun tanpa rasa takut dan tanpa diskriminasi. Dengan tema “Sinergi Wujudkan Layanan HIV dan AIDS Inklusif,” kegiatan ini menegaskan bahwa upaya penanggulangan HIV membutuhkan kerja sama lintas sektor yang nyata.
Acara yang diselenggarakan oleh UPKM/CD Bethesda YAKKUM ini dihadiri oleh beragam kelompok—mulai dari komunitas akar rumput, organisasi penyintas, perkumpulan dan yayasan, hingga perwakilan instansi pemerintah Kota Yogyakarta. Kegiatan dimulai sejak pagi dan resmi dibuka oleh Wali Kota Yogyakarta, Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K). Kehadiran pemerintah daerah memberi sinyal kuat bahwa isu HIV bukan hanya urusan medis, tetapi juga menyangkut keadilan sosial dan pemenuhan hak kesehatan bagi seluruh warga.









Setelah pembukaan, rangkaian acara berlangsung dengan cukup meriah. Ada berbagai hiburan, stan bazar dari komunitas, serta ruang interaksi yang memungkinkan pengunjung mengenal lebih dekat kerja-kerja kelompok rentan dan penyintas HIV. Di samping itu, tersedia juga Talkshow dan Dialog Interaktif yang membahas tantangan layanan HIV saat ini, mulai dari stigma di fasilitas kesehatan hingga pentingnya pendekatan yang lebih ramah dan peka terhadap keberagaman. Layanan Tes HIV gratis turut disediakan bagi masyarakat yang ingin mengetahui status kesehatannya secara aman dan rahasia.



Yayasan Kebaya ikut serta dalam kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen kami untuk memperjuangkan layanan kesehatan yang lebih adil bagi komunitas transpuan di Yogyakarta. Kami memanfaatkan ruang ini untuk berbagi pengalaman soal hambatan yang masih sering ditemui teman-teman trans ketika mengakses layanan kesehatan, sekaligus mendorong dialog dengan para pemangku kepentingan agar solusi yang diambil lebih tepat dan berpihak.
Bagi Yayasan Kebaya, keterlibatan di acara ini bukan hanya bentuk dukungan, tetapi juga pengingat bahwa perjuangan untuk layanan HIV yang benar-benar inklusif masih panjang. Kami berharap semangat kolaborasi ini terus berlanjut dan menghasilkan perbaikan nyata dalam pelayanan kesehatan bagi semua orang, tanpa kecuali.
