<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media - Yayasan Kebaya</title>
	<atom:link href="https://yayasankebaya.org/category/media/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://yayasankebaya.org</link>
	<description>Transpuan Berdaya, ODHIV Sehat , Lansia Terlindungi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 May 2025 04:38:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2020/08/cropped-icon-32x32.png</url>
	<title>Media - Yayasan Kebaya</title>
	<link>https://yayasankebaya.org</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bedah Buku “Tafsir Sensitif Gender dan Seksualitas” di Yayasan Kebaya</title>
		<link>https://yayasankebaya.org/bedah-buku-tafsir-sensitif-gender-dan-seksualitas-di-yayasan-kebaya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bedah-buku-tafsir-sensitif-gender-dan-seksualitas-di-yayasan-kebaya</link>
					<comments>https://yayasankebaya.org/bedah-buku-tafsir-sensitif-gender-dan-seksualitas-di-yayasan-kebaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danial]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 May 2025 04:35:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[bedahbuku]]></category>
		<category><![CDATA[odhiv]]></category>
		<category><![CDATA[transpuan]]></category>
		<category><![CDATA[waria]]></category>
		<category><![CDATA[yayasankebaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yayasankebaya.org/?p=3843</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta, Februari 2025 — Dalam sebuah ruangan hangat di Kantor Yayasan Kebaya Yogyakarta, sekelompok jiwa berkumpul bukan hanya untuk membaca sebuah buku, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://yayasankebaya.org/bedah-buku-tafsir-sensitif-gender-dan-seksualitas-di-yayasan-kebaya/">Bedah Buku “Tafsir Sensitif Gender dan Seksualitas” di Yayasan Kebaya</a> first appeared on <a href="https://yayasankebaya.org">Yayasan Kebaya</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Yogyakarta, Februari 2025</strong> — Dalam sebuah ruangan hangat di Kantor Yayasan Kebaya Yogyakarta, sekelompok jiwa berkumpul bukan hanya untuk membaca sebuah buku, tetapi untuk menyelami ulang makna iman, keberadaan, dan kemanusiaan. Acara <strong>bedah buku “Tafsir Sensitif Gender dan Seksualitas: Membangun Jembatan Inklusi bagi Kaeagamaan Kelompok Normatif”</strong> ini menjadi ruang yang tidak hanya intelektual, tapi juga spiritual dan personal—terutama bagi mereka yang selama ini hidup dalam bayang-bayang pinggiran.</p>



<p>Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Kebaya Yogyakarta, sebuah lembaga yang sejak lama dikenal sebagai rumah yang aman bagi komunitas waria/transpuan dan kelompok rentan lainnya. Kali ini, kegiatan menjadi lebih istimewa dengan kehadiran para alumni <strong><a href="https://yayasankebaya.org/hari-pertama-smart-transchool-2024-serunya-belajar-tanpa-batas/" title="">SMART TransSchool 2024</a></strong>, program unggulan <strong><em>Yayasan Kebaya-Brot für die Welt,</em></strong> yaitu pendidikan inklusif berbasis komunitas yang membekali transpuan dengan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran kritis.</p>



<div class="wp-block-media-text has-media-on-the-right is-stacked-on-mobile" style="grid-template-columns:auto 27%"><div class="wp-block-media-text__content">
<p>Buku <strong><em>Tafsir Sensitif Gender dan Seksualitas: Membangun Jembatan Inklusif bagi Keagamaan Kelompok Non-normatif</em></strong> karya <strong>Arif Nuh Safri</strong> diterbitkan oleh <strong>CV Kontradiksi Indonesia Grup</strong> pada tahun 2024, dengan ketebalan <strong>459 halaman</strong></p>
</div><figure class="wp-block-media-text__media"><img data-dominant-color="7a7363" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #7a7363;" fetchpriority="high" decoding="async" width="225" height="300" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/Buku-Tafsir-Gender-Seksualitas-225x300.webp" alt="" class="wp-image-3826 size-medium not-transparent" srcset="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/Buku-Tafsir-Gender-Seksualitas-225x300.webp 225w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/Buku-Tafsir-Gender-Seksualitas-769x1024.webp 769w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/Buku-Tafsir-Gender-Seksualitas-768x1023.webp 768w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/Buku-Tafsir-Gender-Seksualitas-1153x1536.webp 1153w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/Buku-Tafsir-Gender-Seksualitas-1000x1332.webp 1000w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/Buku-Tafsir-Gender-Seksualitas-230x306.webp 230w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/Buku-Tafsir-Gender-Seksualitas-350x466.webp 350w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/Buku-Tafsir-Gender-Seksualitas-480x640.webp 480w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/Buku-Tafsir-Gender-Seksualitas.webp 1501w" sizes="(max-width: 225px) 100vw, 225px" /></figure></div>



<p>Buku <strong>Tafsir Sensitif Gender dan Seksualitas</strong>, karya <strong>Arif Nuh Safri</strong> ini menggugah kesadaran bersama tentang pentingnya menghadirkan tafsir agama yang berpihak pada kemanusiaan. Arif, yang juga merupakan dosen dan pendamping spiritual komunitas transpuan di Yogyakarta, menuliskan tafsir dengan pendekatan yang berani dan penuh welas asih—berangkat dari pengalaman mendampingi komunitas yang seringkali tidak terdengar suaranya dalam wacana keagamaan arus utama.</p>



<p>Arif Nuh Safri, dalam paparannya, menekankan bahwa tafsir keagamaan tidak pernah netral. Ia lahir dari konteks, pengalaman, dan keberpihakan. “Selama ini, tafsir hanya mendengar suara dari menara. Kini saatnya tafsir juga mendengar dari lorong-lorong kecil tempat komunitas ini bertahan hidup,” katanya.</p>



<p>Dalam sesi diskusi, tidak sedikit peserta yang terdiam lama—menahan emosi ketika membaca bagian-bagian yang merefleksikan pengalaman mereka sendiri: ditolak di tempat ibadah, dianggap “dosa berjalan”, atau dilabeli sebagai &#8220;kaum Luth&#8221; tanpa pemahaman utuh. “Selama ini, saya takut dekat dengan ayat. Tapi lewat buku ini, saya merasa ayat juga bisa mendekat ke saya,” ucap salah satu alumni SMART TransSchool dengan suara bergetar.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Bedah Buku &quot;Tafsir Sensitif Gender &amp; Seksualitas: Ketika Agama Merangkul Keberagaman&quot;" width="1170" height="658" src="https://www.youtube.com/embed/3FxAooowDDE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div><figcaption class="wp-element-caption">Bedah Buku <strong>Tafsir Sensitif Gender dan Seksualitas</strong> di Channle Youtube Yayasan Kebaya TV</figcaption></figure>



<p>Buku ini tidak hanya meyajikan tafsir yang eksklusif, tetapi juga menawarkan cara pandang baru—bahwa keadilan gender dan keberagaman identitas harus menjadi bagian dari kesadaran beragama. Diskusi berlangsung terbuka dan penuh empati, memperlihatkan bahwa komunitas trans bukan hanya subjek pembaca, tetapi juga pencipta makna dalam keberagamaan.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-1.webp"><img data-dominant-color="95897b" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #95897b;" decoding="async" width="1024" height="419" data-id="3828" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-1-1024x419.webp" alt="" class="wp-image-3828 not-transparent" srcset="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-1-1024x419.webp 1024w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-1-300x123.webp 300w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-1-768x314.webp 768w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-1-1536x629.webp 1536w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-1-1000x410.webp 1000w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-1-230x94.webp 230w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-1-350x143.webp 350w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-1-480x197.webp 480w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-1.webp 2000w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-2.webp"><img data-dominant-color="81766e" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #81766e;" decoding="async" width="1024" height="419" data-id="3829" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-2-1024x419.webp" alt="" class="wp-image-3829 not-transparent" srcset="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-2-1024x419.webp 1024w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-2-300x123.webp 300w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-2-768x314.webp 768w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-2-1536x629.webp 1536w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-2-1000x410.webp 1000w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-2-230x94.webp 230w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-2-350x143.webp 350w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-2-480x197.webp 480w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-2.webp 2000w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-3.webp"><img data-dominant-color="9b8b7f" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #9b8b7f;" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="419" data-id="3833" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-3-1024x419.webp" alt="" class="wp-image-3833 not-transparent" srcset="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-3-1024x419.webp 1024w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-3-300x123.webp 300w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-3-768x314.webp 768w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-3-1536x629.webp 1536w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-3-1000x410.webp 1000w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-3-230x94.webp 230w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-3-350x143.webp 350w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-3-480x197.webp 480w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-3.webp 2000w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-4.webp"><img data-dominant-color="897d67" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #897d67;" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="419" data-id="3832" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-4-1024x419.webp" alt="" class="wp-image-3832 not-transparent" srcset="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-4-1024x419.webp 1024w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-4-300x123.webp 300w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-4-768x314.webp 768w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-4-1536x629.webp 1536w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-4-1000x410.webp 1000w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-4-230x94.webp 230w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-4-350x143.webp 350w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-4-480x197.webp 480w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-4.webp 2000w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-5.webp"><img data-dominant-color="7d6b5e" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #7d6b5e;" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="419" data-id="3831" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-5-1024x419.webp" alt="" class="wp-image-3831 not-transparent" srcset="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-5-1024x419.webp 1024w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-5-300x123.webp 300w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-5-768x314.webp 768w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-5-1536x629.webp 1536w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-5-1000x410.webp 1000w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-5-230x94.webp 230w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-5-350x143.webp 350w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-5-480x197.webp 480w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-5.webp 2000w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-6.webp"><img data-dominant-color="78685c" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #78685c;" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="419" data-id="3830" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-6-1024x419.webp" alt="" class="wp-image-3830 not-transparent" srcset="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-6-1024x419.webp 1024w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-6-300x123.webp 300w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-6-768x314.webp 768w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-6-1536x629.webp 1536w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-6-1000x410.webp 1000w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-6-230x94.webp 230w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-6-350x143.webp 350w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-6-480x197.webp 480w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2025/05/bedah-buku-tafsir-gender-6.webp 2000w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
</figure>



<p><strong>Kegiatan Diskusi dan Bedah Buku </strong>ini bukan sekadar ruang diskusi, tetapi cerminan dari upaya berkelanjutan Yayasan Kebaya dalam memulihkan martabat komunitas yang kerap dilupakan—melalui pendidikan yang tidak hanya mengasah nalar, tetapi juga menumbuhkan jiwa. </p>



<p>Di sinilah kita diingatkan bahwa keberagamaan tak seharusnya menyingkirkan, melainkan memeluk semua rupa manusia dengan kasih. Yayasan Kebaya terus menjadi ruang aman untuk tumbuh, belajar, dan menyembuhkan, terutama bagi mereka yang telah terlalu lama berdiri di luar lingkar norma.</p>



<p>“Tuhan tidak meminta kita menjadi seragam, tapi menjadi adil dan penuh kasih.”<br>— <em>kutipan dari buku</em></p>



<p></p>



<p class="wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"></p>



<p class="wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"></p>



<p></p><p>The post <a href="https://yayasankebaya.org/bedah-buku-tafsir-sensitif-gender-dan-seksualitas-di-yayasan-kebaya/">Bedah Buku “Tafsir Sensitif Gender dan Seksualitas” di Yayasan Kebaya</a> first appeared on <a href="https://yayasankebaya.org">Yayasan Kebaya</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://yayasankebaya.org/bedah-buku-tafsir-sensitif-gender-dan-seksualitas-di-yayasan-kebaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buku &#8220;Sejarah Waria Yogyakarta: Kisah Ketahanan Komunitas Terpinggir&#8221;</title>
		<link>https://yayasankebaya.org/buku-sejarah-waria-yogyakarta-kisah-ketahanan-komunitas-terpinggir/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=buku-sejarah-waria-yogyakarta-kisah-ketahanan-komunitas-terpinggir</link>
					<comments>https://yayasankebaya.org/buku-sejarah-waria-yogyakarta-kisah-ketahanan-komunitas-terpinggir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danial]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Sep 2024 03:45:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[bukusejarahwaria]]></category>
		<category><![CDATA[masturiyah sa'dan]]></category>
		<category><![CDATA[odhiv]]></category>
		<category><![CDATA[transpuan]]></category>
		<category><![CDATA[yayasankebaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yayasankebaya.org/?p=3049</guid>

					<description><![CDATA[<p>Buku &#8220;Sejarah Waria Yogyakarta: Kisah Ketahanan Komunitas Terpinggir&#8221; karya Masthuriyah Sa’dan adalah sebuah karya yang membuka mata dan hati tentang perjalanan panjang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://yayasankebaya.org/buku-sejarah-waria-yogyakarta-kisah-ketahanan-komunitas-terpinggir/">Buku “Sejarah Waria Yogyakarta: Kisah Ketahanan Komunitas Terpinggir”</a> first appeared on <a href="https://yayasankebaya.org">Yayasan Kebaya</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Buku <em>&#8220;Sejarah Waria Yogyakarta: Kisah Ketahanan Komunitas Terpinggir&#8221;</em> karya Masthuriyah Sa’dan adalah sebuah karya yang membuka mata dan hati tentang perjalanan panjang komunitas waria di Yogyakarta. Ditulis dengan gaya yang sederhana namun penuh makna, buku ini menggambarkan perjuangan komunitas waria dalam menghadapi stigma, diskriminasi, dan tantangan hidup, namun tetap mampu bertahan dengan solidaritas dan kekuatan yang luar biasa.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-dominant-color="d8c6bc" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #d8c6bc;" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/09/3-1-1024x1024.png" alt="" class="wp-image-3053 not-transparent"/></figure>



<p>Masthuriyah berhasil mengangkat suara-suara yang sering terpinggirkan, menawarkan perspektif baru yang mendalam mengenai keberagaman gender di Indonesia. Buku ini tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga sumber inspirasi bagi pembaca untuk memahami pentingnya empati, pengertian, dan penerimaan. Sebuah bacaan yang layak bagi siapa saja yang peduli pada isu-isu sosial dan keberagaman.</p>



<p></p><p>The post <a href="https://yayasankebaya.org/buku-sejarah-waria-yogyakarta-kisah-ketahanan-komunitas-terpinggir/">Buku “Sejarah Waria Yogyakarta: Kisah Ketahanan Komunitas Terpinggir”</a> first appeared on <a href="https://yayasankebaya.org">Yayasan Kebaya</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://yayasankebaya.org/buku-sejarah-waria-yogyakarta-kisah-ketahanan-komunitas-terpinggir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Riset Mendalam: Peluang Ekonomi Transpuan DIY</title>
		<link>https://yayasankebaya.org/riset-mendalam-peluang-ekonomi-transpuan-diy/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=riset-mendalam-peluang-ekonomi-transpuan-diy</link>
					<comments>https://yayasankebaya.org/riset-mendalam-peluang-ekonomi-transpuan-diy/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danial]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jul 2024 20:29:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[kajian]]></category>
		<category><![CDATA[laporan]]></category>
		<category><![CDATA[odhiv]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[pemberdayaan]]></category>
		<category><![CDATA[riset]]></category>
		<category><![CDATA[transpuan]]></category>
		<category><![CDATA[waria]]></category>
		<category><![CDATA[yayasankebaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yayasankebaya.org/?p=2899</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yayasan Kebaya berkolaborasi dengan donatur International meluncurkan program riset mendalam 2024-2025 untuk mengidentifikasi peluang ekonomi bagi komunitas LGBTQI+ dan merumuskan strategi yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://yayasankebaya.org/riset-mendalam-peluang-ekonomi-transpuan-diy/">Riset Mendalam: Peluang Ekonomi Transpuan DIY</a> first appeared on <a href="https://yayasankebaya.org">Yayasan Kebaya</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yayasan Kebaya berkolaborasi dengan donatur International meluncurkan program riset mendalam 2024-2025 untuk mengidentifikasi peluang ekonomi bagi komunitas LGBTQI+ dan merumuskan strategi yang efektif untuk memperkuat posisi ekonomi mereka. Riset ini melibatkan wawancara dengan 40 wirausaha LGBTQI+ untuk menggali kisah sukses, tantangan, dan peluang ekonomi yang mereka hadapi. Data yang dikumpulkan akan digunakan untuk merumuskan solusi yang dapat meningkatkan ketahanan ekonomi komunitas.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Diseminasi Hasil Riset</h2>



<p>Acara diseminasi hasil riset ini dihadiri oleh perwakilan CBO Komunitas Transpuan DIY, pelaku usaha kelompok seperti CU, Koperasi, dan Kube, serta jaringan yang peduli terhadap pengembangan usaha dan mitra lainnya seperti Elkis, YVI, AJI, Pengabdian Masyarakat Kedokteran UGM, Yayasan Rumah Kasih Bunda Theresa, Dr. Sandeep, Dr. Lintang, Pak Ardi, dan Kak Jonta yang mensupport event ini.</p>



<p>Hasil riset ini merekomendasikan penguatan usaha kelompok sebagai salah satu aspek peningkatan resiliensi bagi komunitas transpuan. Rekomendasi ini akan menjembatani komunikasi dengan stakeholder pemerintah dan mitra pelaku bisnis, menciptakan peluang baru dan strategi yang lebih inklusif untuk pengembangan ekonomi komunitas transpuan di Yogyakarta.</p>



<div class="wp-block-essential-blocks-image-gallery  root-eb-image-gallery-om6fx"><div class="eb-parent-wrapper eb-parent-eb-image-gallery-om6fx "><div class="eb-gallery-img-wrapper eb-image-gallery-om6fx grid zoom caption-style-2   no-isotope " data-id="eb-image-gallery-om6fx"><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240712-WA0015.jpg" rel="noopener" data-fslightbox="gallery" data-type="image" class="eb-gallery-img-content eb-filter-img-"><span class="eb-gallery-link-wrapper"><img decoding="async" class="eb-gallery-img" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240712-WA0015.jpg" image-index="0" alt=""/></span></a><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240712-WA0016.jpg" rel="noopener" data-fslightbox="gallery" data-type="image" class="eb-gallery-img-content eb-filter-img-"><span class="eb-gallery-link-wrapper"><img decoding="async" class="eb-gallery-img" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240712-WA0016.jpg" image-index="1" alt=""/></span></a><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240712-WA0017.jpg" rel="noopener" data-fslightbox="gallery" data-type="image" class="eb-gallery-img-content eb-filter-img-"><span class="eb-gallery-link-wrapper"><img decoding="async" class="eb-gallery-img" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240712-WA0017.jpg" image-index="2" alt=""/></span></a><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240712-WA0018.jpg" rel="noopener" data-fslightbox="gallery" data-type="image" class="eb-gallery-img-content eb-filter-img-"><span class="eb-gallery-link-wrapper"><img decoding="async" class="eb-gallery-img" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240712-WA0018.jpg" image-index="3" alt=""/></span></a><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240712-WA0014.jpg" rel="noopener" data-fslightbox="gallery" data-type="image" class="eb-gallery-img-content eb-filter-img-"><span class="eb-gallery-link-wrapper"><img decoding="async" class="eb-gallery-img" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240712-WA0014.jpg" image-index="4" alt=""/></span></a><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240712-WA0019.jpg" rel="noopener" data-fslightbox="gallery" data-type="image" class="eb-gallery-img-content eb-filter-img-"><span class="eb-gallery-link-wrapper"><img decoding="async" class="eb-gallery-img" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240712-WA0019.jpg" image-index="5" alt=""/></span></a><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240712-WA0025.jpg" rel="noopener" data-fslightbox="gallery" data-type="image" class="eb-gallery-img-content eb-filter-img-"><span class="eb-gallery-link-wrapper"><img decoding="async" class="eb-gallery-img" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240712-WA0025.jpg" image-index="6" alt=""/></span></a><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240712-WA0029.jpg" rel="noopener" data-fslightbox="gallery" data-type="image" class="eb-gallery-img-content eb-filter-img-"><span class="eb-gallery-link-wrapper"><img decoding="async" class="eb-gallery-img" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240712-WA0029.jpg" image-index="7" alt=""/></span></a><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/DSC01314.jpg" rel="noopener" data-fslightbox="gallery" data-type="image" class="eb-gallery-img-content eb-filter-img-"><span class="eb-gallery-link-wrapper"><img decoding="async" class="eb-gallery-img" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/DSC01314.jpg" image-index="8" alt=""/></span></a><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/DSC01316.jpg" rel="noopener" data-fslightbox="gallery" data-type="image" class="eb-gallery-img-content eb-filter-img-"><span class="eb-gallery-link-wrapper"><img decoding="async" class="eb-gallery-img" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/DSC01316.jpg" image-index="9" alt=""/></span></a><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/DSC01319.jpg" rel="noopener" data-fslightbox="gallery" data-type="image" class="eb-gallery-img-content eb-filter-img-"><span class="eb-gallery-link-wrapper"><img decoding="async" class="eb-gallery-img" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/DSC01319.jpg" image-index="10" alt=""/></span></a><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/DSC01321.jpg" rel="noopener" data-fslightbox="gallery" data-type="image" class="eb-gallery-img-content eb-filter-img-"><span class="eb-gallery-link-wrapper"><img decoding="async" class="eb-gallery-img" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/DSC01321.jpg" image-index="11" alt=""/></span></a><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240712-WA0008.jpg" rel="noopener" data-fslightbox="gallery" data-type="image" class="eb-gallery-img-content eb-filter-img-"><span class="eb-gallery-link-wrapper"><img decoding="async" class="eb-gallery-img" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240712-WA0008.jpg" image-index="12" alt=""/></span></a><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240712-WA0038.jpg" rel="noopener" data-fslightbox="gallery" data-type="image" class="eb-gallery-img-content eb-filter-img-"><span class="eb-gallery-link-wrapper"><img decoding="async" class="eb-gallery-img" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240712-WA0038.jpg" image-index="13" alt=""/></span></a><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/DSC_7996-1.jpg" rel="noopener" data-fslightbox="gallery" data-type="image" class="eb-gallery-img-content eb-filter-img-"><span class="eb-gallery-link-wrapper"><img decoding="async" class="eb-gallery-img" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/DSC_7996-1.jpg" image-index="14" alt=""/><span class="eb-gallery-img-caption center bottom">Suasana Saat Desiminasi Riset di Hotel Sare Yogyakarta</span></span></a></div></div></div>



<h4 class="wp-block-heading">Sasaran</h4>



<p>Kegiatan ini menyasar pelaku usaha ekonomi transpuan baik perorangan maupun kelompok yang terdiri dari sekitar 40 orang berdomisili di seluruh wilayah DIY (Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Gunungkidul).</p>



<h4 class="wp-block-heading">Waktu</h4>



<p>Penelitian ini berlangsung dari minggu pertama bulan Mei hingga minggu keempat bulan Juni 2024, dengan harapan seluruh kegiatan penelitian dapat selesai dalam rentang waktu dua bulan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Tim Peneliti</h4>



<p>Tim peneliti terdiri dari dua peneliti ahli: <strong>Pak Saptawidi dan Bu Novi</strong> (<em>Erat Indonesia</em>), serta empat enumerator/vocal point komunitas: Arum Marisca (<em>Korlap</em>), Sukma Barat (<em>Staff Lapangan</em>), Yetti Rumaropen (<em>Staff Lapangan</em>), dan Shella Edo (<em>Staff Lapangan</em>). Koordinator kegiatan riset adalah Rully Mallay.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Tujuan dan Harapan</h4>



<p>Riset ini bertujuan memberikan wawasan mendalam tentang kondisi ekonomi komunitas LGBTQI+ dan membuka jalan bagi peluang baru yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan dukungan dari seluruh pihak, riset ini diharapkan dapat mewujudkan masa depan yang lebih inklusif dan berdaya bagi komunitas LGBTQI+.</p>



<p>Berikut hasil riset ini sebagai pertanggungjawaban ilmiah terhadap kegiatan yang telah dilakukan.</p>



<div class="wp-block-file"><a id="wp-block-file--media-e6a03118-90dc-4485-a32b-62d482069dc3" href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/LAPORAN-KAJIAN-EKONOMI-KEBAYA-2024.pdf" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>LAPORAN KAJIAN EKONOMI KEBAYA 2024</strong></a><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2024/07/LAPORAN-KAJIAN-EKONOMI-KEBAYA-2024.pdf" class="wp-block-file__button wp-element-button" download aria-describedby="wp-block-file--media-e6a03118-90dc-4485-a32b-62d482069dc3">Download</a></div>



<h2 class="wp-block-heading">KAJIAN EKONOMI TRANSPUAN DIY 2024</h2>



<p><strong>Yayasan Kebaya Yogyakarta</strong> telah melakukan kajian mendalam untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan ekonomi yang dihadapi oleh komunitas transpuan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kajian ini melibatkan 40 responden, termasuk 35 pelaku usaha dan 5 staf Yayasan Kebaya. Dari 35 pelaku usaha, 28 terlibat dalam organisasi keuangan kolektif seperti Koperasi dan Credit Union (CU), sementara 7 lainnya tidak terlibat.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Temuan Utama</h4>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Demografi dan Jenis Usaha:</strong>
<ul class="wp-block-list">
<li>Kategori usia: 31-40 tahun (7 orang), 41-50 tahun (11 orang), 51-60 tahun (14 orang), dan &gt;60 tahun (8 orang).</li>



<li>Jenis usaha: Kecantikan (40%), Perdagangan (17%), Kuliner (12%), Jasa (11%), Fashion (6%), Ternak (3%), dan Lainnya (11%).</li>
</ul>
</li>



<li><strong>Tantangan Usaha:</strong>
<ul class="wp-block-list">
<li>Kepuasan usaha: 34,3% menyatakan belum puas karena banyak hambatan, 14,3% ragu-ragu, 37,1% puas, dan 14,3% sangat puas.</li>



<li>Potensi usaha: 2,9% merasa kurang menjanjikan, 11,4% ragu-ragu, 54,3% cukup baik, dan 28,6% menjanjikan.</li>



<li>Tantangan utama: Modal (71,4%), lokasi usaha (34,3%), persaingan usaha (31,4%), pasar/konsumen (28,6%), waktu &amp; tenaga (22,9%), teknologi (17,1%).</li>
</ul>
</li>



<li><strong>Promosi dan Kerjasama:</strong>
<ul class="wp-block-list">
<li>Sebanyak 68,6% responden tidak mempromosikan usaha mereka secara digital.</li>



<li>88,6% responden merasa Koperasi/CU/KUBe bermanfaat bagi usaha mereka.</li>



<li>Kendala modal dan keterbatasan pengelolaan keuangan menjadi tantangan utama.</li>
</ul>
</li>



<li><strong>Manfaat Koperasi/CU/KUBe:</strong>
<ul class="wp-block-list">
<li>Modal (96,4%), simpan pinjam (53,6%), pengelolaan keuangan (32,1%), pendampingan usaha (39,3%), pengawasan (17,9%), dan rencana bersama (17,9%).</li>



<li>Tantangan personal: 51,4% responden mengaku kurang mampu mengelola keuangan personal, dengan hutang yang semakin meningkat.</li>
</ul>
</li>
</ol>



<h4 class="wp-block-heading">Rekomendasi</h4>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Kolektif Transpuan Yogyakarta:</strong>
<ul class="wp-block-list">
<li>Melanjutkan penguatan kapasitas ekonomi melalui Koperasi, CU, dan KUBe.</li>



<li>Menguatkan kapasitas pelaku usaha dalam kerjasama lintas usaha, promosi digital, dan strategi usaha.</li>



<li>Membangun kerjasama lintas lembaga untuk meningkatkan pengelolaan keuangan personal.</li>
</ul>
</li>



<li><strong>Koperasi, Credit Union &amp; KUBe:</strong>
<ul class="wp-block-list">
<li>Menguatkan pengelolaan organisasi keuangan transpuan.</li>



<li>Meningkatkan pengawasan implementasi AD/ART secara terbuka.</li>



<li>Mengembangkan jejaring dengan pelaku usaha non-transpuan.</li>
</ul>
</li>



<li><strong>Stakeholder Pelaku Usaha:</strong>
<ul class="wp-block-list">
<li>Meningkatkan dukungan bagi pelaku usaha transpuan melalui informasi, pendampingan, dan fasilitasi tanpa diskriminasi.</li>



<li>Menyediakan akses kredit usaha kecil baik secara langsung maupun bersama dengan kolektif transpuan.</li>
</ul>
</li>



<li><strong>Peneliti Selanjutnya:</strong>
<ul class="wp-block-list">
<li>Melakukan kajian lebih dalam terkait kendala personal dalam mengelola keuangan.</li>
</ul>
</li>
</ol>



<h4 class="wp-block-heading">Penutup</h4>



<p>Kajian ini menegaskan pentingnya peran Koperasi, CU, dan KUBe dalam mendukung ketahanan ekonomi komunitas transpuan di Yogyakarta. Yayasan Kebaya Yogyakarta berkomitmen untuk terus menguatkan dan mengembangkan usaha kelompok transpuan melalui pendekatan ini, demi mencapai kemandirian ekonomi yang lebih baik.</p><p>The post <a href="https://yayasankebaya.org/riset-mendalam-peluang-ekonomi-transpuan-diy/">Riset Mendalam: Peluang Ekonomi Transpuan DIY</a> first appeared on <a href="https://yayasankebaya.org">Yayasan Kebaya</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://yayasankebaya.org/riset-mendalam-peluang-ekonomi-transpuan-diy/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buku &#8220;Queer Menafsir&#8221;: Mengurai Hubungan Antara Keagamaan dan Identitas Queer</title>
		<link>https://yayasankebaya.org/bedah-buku-queer-menafsir-mengurai-hubungan-antara-keagamaan-dan-identitas-queer/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bedah-buku-queer-menafsir-mengurai-hubungan-antara-keagamaan-dan-identitas-queer</link>
					<comments>https://yayasankebaya.org/bedah-buku-queer-menafsir-mengurai-hubungan-antara-keagamaan-dan-identitas-queer/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danial]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Sep 2023 16:19:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[amaralfikar]]></category>
		<category><![CDATA[buku queer menafsir]]></category>
		<category><![CDATA[queer]]></category>
		<category><![CDATA[transgender]]></category>
		<category><![CDATA[transpria]]></category>
		<category><![CDATA[transpuan]]></category>
		<category><![CDATA[waria]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan kebaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yayasankebaya.org/?p=2439</guid>

					<description><![CDATA[<p>Buku Queer Menafsir hasil pemikiran dan refleksi teologis seorang transpria Muslim, Amar Alfikar, telah menghadirkan pandangan baru dalam dunia teologi dan studi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://yayasankebaya.org/bedah-buku-queer-menafsir-mengurai-hubungan-antara-keagamaan-dan-identitas-queer/">Buku “Queer Menafsir”: Mengurai Hubungan Antara Keagamaan dan Identitas Queer</a> first appeared on <a href="https://yayasankebaya.org">Yayasan Kebaya</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure class="wp-block-image alignright size-medium"><img data-dominant-color="b9cdd4" data-has-transparency="true" style="--dominant-color: #b9cdd4;" loading="lazy" decoding="async" width="200" height="300" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/cover-queer-menafsir-dpn-681x1024-Copy-200x300.png" alt="" class="wp-image-2443 has-transparency" srcset="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/cover-queer-menafsir-dpn-681x1024-Copy-200x300.png 200w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/cover-queer-menafsir-dpn-681x1024-Copy-230x346.png 230w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/cover-queer-menafsir-dpn-681x1024-Copy-350x526.png 350w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/cover-queer-menafsir-dpn-681x1024-Copy.png 409w" sizes="(max-width: 200px) 100vw, 200px" /></figure>



<p>Buku Queer Menafsir hasil pemikiran dan refleksi teologis seorang transpria Muslim, Amar Alfikar, telah menghadirkan pandangan baru dalam dunia teologi dan studi queer. Dalam buku ini, Amar mencoba menggabungkan identitas queer dengan pemahaman yang inklusif terhadap keagamaan. Dianggap sebagai jawaban atas meningkatnya kekerasan dan diskriminasi terhadap komunitas queer di Indonesia. Buku ini menawarkan pandangan bahwa agama seharusnya menjadi pangkal keadilan dan penerimaan terhadap semua orang, tanpa memandang orientasi seksual atau identitas gender.</p>



<p>Buku ini berupaya untuk melawan dua mitos besar yang telah mengakar dalam masyarakat. Pertama, mitos bahwa keragaman gender dan seksualitas adalah produk Barat, dan kedua, bahwa agama secara inheren menolak keragaman ini. Amar Alfikar, dengan gagasan teologi queer-nya, meretas akar-akar ketimpangan dan penindasan yang seringkali muncul dalam nama agama. Dia meyakini bahwa semua manusia memiliki potensi yang sama untuk mendekati-Nya dan berbicara tentang-Nya, terlepas dari identitas gender, ekspresi gender, atau orientasi seksual mereka.</p>



<p>Baru-baru ini, diskusi dan bedah buku Queer Menafsir digelar di Kolase Ignatius Kotabaru. Bunda YS, sapaan akrab YS Al Buchary aktivis transpuan yang juga salah satu pengurus Ponpes Waria Al Fattah dan Staff Monev Yayasan Kebaya Yogyakarta ikut hadir sebagai penanggap. Bunda YS mengungkapkan apresiasinya terhadap &#8220;Queer Menafsir&#8221;. </p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-2 is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-.jpg"><img data-dominant-color="857e7b" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #857e7b;" loading="lazy" decoding="async" width="1016" height="762" data-id="2445" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-.jpg" alt="" class="wp-image-2445 not-transparent" srcset="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-.jpg 1016w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image--300x225.webp 300w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image--768x576.webp 768w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image--1000x750.webp 1000w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image--230x173.webp 230w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image--350x263.webp 350w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image--480x360.webp 480w" sizes="(max-width: 1016px) 100vw, 1016px" /></a></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.42.44-jpg.webp"><img data-dominant-color="6a6768" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #6a6768;" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" data-id="2446" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.42.44-1024x768.webp" alt="" class="wp-image-2446 not-transparent" srcset="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.42.44-1024x768.webp 1024w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.42.44-300x225.webp 300w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.42.44-768x576.webp 768w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.42.44-1000x750.webp 1000w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.42.44-230x173.webp 230w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.42.44-350x263.webp 350w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.42.44-480x360.webp 480w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.42.44-jpg.webp 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.43.06.jpg"><img data-dominant-color="62605d" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #62605d;" loading="lazy" decoding="async" width="1016" height="762" data-id="2444" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.43.06.jpg" alt="" class="wp-image-2444 not-transparent" srcset="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.43.06.jpg 1016w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.43.06-300x225.webp 300w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.43.06-768x576.webp 768w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.43.06-1000x750.webp 1000w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.43.06-230x173.webp 230w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.43.06-350x263.webp 350w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.43.06-480x360.webp 480w" sizes="(max-width: 1016px) 100vw, 1016px" /></a></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.42.43-jpg.webp"><img data-dominant-color="807d7c" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #807d7c;" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" data-id="2447" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.42.43-1024x768.webp" alt="" class="wp-image-2447 not-transparent" srcset="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.42.43-1024x768.webp 1024w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.42.43-300x225.webp 300w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.42.43-768x576.webp 768w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.42.43-1000x750.webp 1000w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.42.43-230x173.webp 230w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.42.43-350x263.webp 350w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.42.43-480x360.webp 480w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-15-at-22.42.43-jpg.webp 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
<figcaption class="blocks-gallery-caption wp-element-caption">Bedah buku Queer Menafsir digelar di Kolase Ignatius Kotabaru</figcaption></figure>



<p>&#8220;Buku ini merupakan langkah maju dalam upaya menciptakan pemahaman yang lebih inklusif tentang agama dan identitas queer. Amar telah menggugah kita untuk melawan mitos bahwa agama harus membatasi kita&#8230;&#8221; ujar YS.</p>



<p>YS memberikan perspektif lebih kaya terkait bagaimana buku ini memengaruhi dan membantu individu queer dalam mendekatkan diri kepada Tuhan. Juga meretas stigma yang seringkali terkait dengan identitas mereka.</p>



<p>Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan YIPC YYK dan Qur&#8217;anic Peace Study Club dalam rangka merefleksikan International Day of Peace (IDP). Dihadir oleh berbagai pihak, termasuk pembedah dari UIN Sunan Kalijaga, Akademisi Queer Feminis dan STAK Marturia Yogyakarta.   Diskusi berjalan meriah dan seru, menciptakan ruang yang sangat berharga untuk berdialog dan memahami lebih dalam mengenai hubungan antara identitas queer dan agama. Dalam diskusi ini, para pemantik diskusi dan peserta mencermati makna penting cinta kasih dalam agama. Sebagai salah satu pesan utama yang ingin disampaikan oleh penulis dalam buku &#8220;Queer Menafsir.&#8221;</p>



<p>Buku ini jelas merupakan sumbangan yang berharga dalam upaya memahami hubungan antara identitas queer dan keagamaan. Ini juga menunjukkan pentingnya mendengarkan pengalaman dan perspektif kelompok queer dalam konteks teologi. Dengan demikian, buku ini bisa menjadi sumber inspirasi dan panduan bagi mereka yang ingin mendalami teologi queer. Dan juga mempromosikan inklusivitas dalam komunitas keagamaan.</p><p>The post <a href="https://yayasankebaya.org/bedah-buku-queer-menafsir-mengurai-hubungan-antara-keagamaan-dan-identitas-queer/">Buku “Queer Menafsir”: Mengurai Hubungan Antara Keagamaan dan Identitas Queer</a> first appeared on <a href="https://yayasankebaya.org">Yayasan Kebaya</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://yayasankebaya.org/bedah-buku-queer-menafsir-mengurai-hubungan-antara-keagamaan-dan-identitas-queer/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>One Transgender Community’s Experience of the COVID-19 Pandemic : A Report from Indonesia</title>
		<link>https://yayasankebaya.org/one-transgender-communitys-experience-of-the-covid-19-pandemic-a-report-from-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=one-transgender-communitys-experience-of-the-covid-19-pandemic-a-report-from-indonesia</link>
					<comments>https://yayasankebaya.org/one-transgender-communitys-experience-of-the-covid-19-pandemic-a-report-from-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danial]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 May 2022 17:55:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Media]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yayasankebaya.org/?p=1122</guid>

					<description><![CDATA[<p>Esai dalam bentuk PDF file ini merupakan upaya kolaboratif dari beberapa penulis BENJAMIN HEGARTY, SANDEEP NANWANI, IGNATIUS PRAPTORAHARJO dan didasarkan terutama pada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://yayasankebaya.org/one-transgender-communitys-experience-of-the-covid-19-pandemic-a-report-from-indonesia/">One Transgender Community’s Experience of the COVID-19 Pandemic : A Report from Indonesia</a> first appeared on <a href="https://yayasankebaya.org">Yayasan Kebaya</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Esai dalam bentuk PDF file ini merupakan upaya kolaboratif dari beberapa penulis BENJAMIN HEGARTY, SANDEEP NANWANI, IGNATIUS PRAPTORAHARJO dan didasarkan terutama pada catatan dan laporan yang diberikan oleh RULLY MALLAY, seorang tokoh masyarakat waria dan aktivis di Yayasan Kebaya, tempat penampungan ODHA di Yogyakarta.</p>



<p>Esai ini menggambarkan dampak kebijakan dari&nbsp;pembatasan&nbsp;sosial yang diberlakukan dalam mengurangi penyebaran COVID-19 dan mobilisasi dalam menanggapinya oleh mereka yang mengidentifikasi sebagai “waria” antara Februari dan September 2020. Waria memainkan peran penting dalam memobilisasi tanggapan masyarakat di kota ini, memberikan dukungan tidak hanya kepada komunitas mereka sendiri tetapi juga kepada kelompok marginal lainnya.</p>



<p>Kebijakan pembatasan ketat yang diberlakukan untuk menanggapi COVID-19 sangat mempengaruhi waria, memutus akses ke dukungan ekonomi dan masyarakat. Ini hal yang serius bagi banyak waria yang tidak memiliki kartu identitas atau KTP.  </p>



<p>Namun demikian, Rully mengungkapkan harapannya bahwa melalui keterampilan dan kemampuan beradaptasi yang telah mereka tunjukkan dalam menanggapi keadaan darurat di bidang kesehatan masyarakat, mereka dapat memperoleh pengakuan dan penerimaan dari masyarakat Indonesia.</p>



<iframe src="https://drive.google.com/file/d/1eeHvKaBj__q2fVHCQtkpr0nhN-hHPwiq/preview" width="100%" height="480" allow="autoplay"></iframe>



<div class="wp-block-buttons is-layout-flex wp-block-buttons-is-layout-flex">
<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link" href="https://drive.google.com/file/d/1eeHvKaBj__q2fVHCQtkpr0nhN-hHPwiq/view?usp=sharing">Download  (PDF)</a></div>
</div>



<p><br></p><p>The post <a href="https://yayasankebaya.org/one-transgender-communitys-experience-of-the-covid-19-pandemic-a-report-from-indonesia/">One Transgender Community’s Experience of the COVID-19 Pandemic : A Report from Indonesia</a> first appeared on <a href="https://yayasankebaya.org">Yayasan Kebaya</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://yayasankebaya.org/one-transgender-communitys-experience-of-the-covid-19-pandemic-a-report-from-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BUKU GRATIS PANDUAN KESEHATAN UNTUK WARIA</title>
		<link>https://yayasankebaya.org/buku-gratis-panduan-kesehatan-untuk-waria/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=buku-gratis-panduan-kesehatan-untuk-waria</link>
					<comments>https://yayasankebaya.org/buku-gratis-panduan-kesehatan-untuk-waria/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danial]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Mar 2022 09:25:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hormon]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Kelamin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yayasankebaya.org/?p=916</guid>

					<description><![CDATA[<p>Buku ini dibuat sebagai upaya dalam meningkatkan pemahaman komunitas waria tentang arti penting kesehatan diri. Disamping itu, buku ini juga dapat sebagai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://yayasankebaya.org/buku-gratis-panduan-kesehatan-untuk-waria/">BUKU GRATIS PANDUAN KESEHATAN UNTUK WARIA</a> first appeared on <a href="https://yayasankebaya.org">Yayasan Kebaya</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Buku ini dibuat sebagai upaya dalam meningkatkan pemahaman komunitas waria tentang arti penting kesehatan diri. Disamping itu, buku ini juga dapat sebagai panduan bagi waria dalam memperlakukan tubuhnya kearah yang lebih baik</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><em>“Jangan pandang Waria hanya dengan sebelah mata,<br>tapi lihatlah Waria dengan kedua belah mata, karena Waria<br>juga manusia ciptaan Tuhan yang punya hak hidup dan hak<br>kesetaraan sebagai warga negara Indonesia”</em></p></blockquote>



<div data-wp-interactive="core/file" class="wp-block-file alignwide"><object data-wp-bind--hidden="!state.hasPdfPreview" hidden class="wp-block-file__embed" data="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/03/Buku-Panduan-Kesehatan-Waria.pdf" type="application/pdf" style="width:100%;height:321px" aria-label="Embed of Embed of Unduh Gratis Buku-Panduan-Kesehatan-Waria.."></object><a id="wp-block-file--media-bb2bd51a-05d0-433c-925d-eac7476e9506" href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/03/Buku-Panduan-Kesehatan-Waria.pdf">Unduh Gratis Buku-Panduan-Kesehatan-Waria</a><a href="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/03/Buku-Panduan-Kesehatan-Waria.pdf" class="wp-block-file__button" download aria-describedby="wp-block-file--media-bb2bd51a-05d0-433c-925d-eac7476e9506">Download</a></div>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/03/dsatar-isi.jpg" alt="" class="wp-image-919" width="792" height="561" srcset="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/03/dsatar-isi.jpg 600w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/03/dsatar-isi-300x213.jpg 300w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/03/dsatar-isi-230x163.jpg 230w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/03/dsatar-isi-350x248.jpg 350w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/03/dsatar-isi-480x340.jpg 480w" sizes="(max-width: 792px) 100vw, 792px" /></figure></div>



<p>CREDITS<br>• Buku ini diadaptasi dari buku dengan judul “TRANSGENDER HEALTH HANDBOOK” yang dikembangkan oleh Jaringan Transgender Asia Pasific (Asia Pacific Transgender Network &#8211; APTN)<br>• Diadaptasi dan dicetak ulang oleh tim divisi program waria Jaringan Nasional GWL-INA dengan</p><p>The post <a href="https://yayasankebaya.org/buku-gratis-panduan-kesehatan-untuk-waria/">BUKU GRATIS PANDUAN KESEHATAN UNTUK WARIA</a> first appeared on <a href="https://yayasankebaya.org">Yayasan Kebaya</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://yayasankebaya.org/buku-gratis-panduan-kesehatan-untuk-waria/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[Buku] Solidaritas Waria Yogyakarta: Solidaritas dan Kemanusiaan Tanpa Memandang Gender</title>
		<link>https://yayasankebaya.org/buku-solidaritas-waria-yogyakarta-solidaritas-dan-kemanusiaan-tanpa-memandang-gender/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=buku-solidaritas-waria-yogyakarta-solidaritas-dan-kemanusiaan-tanpa-memandang-gender</link>
					<comments>https://yayasankebaya.org/buku-solidaritas-waria-yogyakarta-solidaritas-dan-kemanusiaan-tanpa-memandang-gender/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danial]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2022 04:04:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Media]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yayasankebaya.org/?p=779</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah buku sebelumnya yang berjudul Santri Waria (Yogyakarta: Diva Press, 2020), penulis Masthuriyah Sa’dan kembali berhasil merampungkan buku Solidaritas Waria Yogyakarta cetakan pertama Juni [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://yayasankebaya.org/buku-solidaritas-waria-yogyakarta-solidaritas-dan-kemanusiaan-tanpa-memandang-gender/">[Buku] Solidaritas Waria Yogyakarta: Solidaritas dan Kemanusiaan Tanpa Memandang Gender</a> first appeared on <a href="https://yayasankebaya.org">Yayasan Kebaya</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="has-drop-cap">Setelah buku sebelumnya yang berjudul <a href="https://yayasankebaya.org/buku-santri-waria-kisah-kehidupan-pondok-pesantren-waria-al-fatah-yogyakarta/">Santri Waria</a> (Yogyakarta: Diva Press, 2020), penulis Masthuriyah Sa’dan kembali berhasil merampungkan buku Solidaritas Waria Yogyakarta cetakan pertama Juni 2021, yang menyajikan kisah tentang solidaritas, persahabatan dan kemanusiaan, tanpa memandang gender maupun profesi yang dilakoni. </p>



<p>Dalam buku ini, Masthuriyah juga mencantumkan cerita dan foto-foto kegiatan yang dilakukan oleh teman waria Kebaya. Seperti memasak di dapur umum di mana hasil masakannya dibagikan kepada keluarga pemulung, atau foto-foto mereka saat membagikan sembako. Ini adalah bukti jika mereka memiliki nilai kebaikan yang selama ini tak dipandang masyarakat. Alih-alih dihargai, justru mereka dicaci.</p>



<p>Sungguh, penulis begitu lihai mengaduk-aduk emosi tatkala menyodorkan kisah tentang teman-teman waria di selter KEBAYA. Sebutlah Wance. pemuda dengan HIV yang merasa tidak dirangkul oleh keluarga akhirnya memutuskan pergi. Ia tiba di selter KEBAYA dalam kondisi lemas sebab obat ARV telah habis selama perjalanan. Ia pun dibawa ke rumah sakit untuk cek kesehatan.</p>



<div class="wp-block-media-text is-stacked-on-mobile is-vertically-aligned-top is-image-fill has-black-color has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background has-text-color has-background" style="grid-template-columns:57% auto"><figure class="wp-block-media-text__media" style="background-image:url(https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/03/download-1.jpg);background-position:50% 50%"><img loading="lazy" decoding="async" width="291" height="173" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/03/download-1.jpg" alt="" class="wp-image-788 size-full" srcset="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/03/download-1.jpg 291w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/03/download-1-230x137.jpg 230w" sizes="(max-width: 291px) 100vw, 291px" /></figure><div class="wp-block-media-text__content">
<p></p>



<ul class="has-black-color has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background has-text-color has-background has-small-font-size wp-block-list"><li><strong>Judul : Solidaritas Waria Yogyakarta</strong></li><li><strong>Penulis : Masthuriyah Sa’dan </strong></li><li><strong>Tebal buku : 262 halaman + xxxii</strong></li><li><strong>Penerbit ; Gading Publishing</strong></li><li><strong>Cetakan : Pertama Juni 2021</strong></li></ul>



<p></p>



<p></p>
</div></div>



<p>Selama di KEBAYA, Wance mengalami perubahan drastis. Selain disupport sesama teman ODHA, ia juga didampingi psikolog. Ia juga rutin diingatkan sesama ODHA akan jadwal minum obat yang tak boleh telat. Di sana, Wance merasa KEBAYA menjadi rumah aman sehingga ia merasa menjadi ODHA bukanlah akhir dari segalanya.</p>



<p>Kisah lain yang dialami Gabby, waria muda yang berasal dari keluarga&nbsp;<em>broken home.</em>&nbsp;Ia dinyatakan positif HIV pada usia 18 tahun.  Selama tinggal di selter KEBAYA, berulang kali Gabby masuk rumah sakit. Kadangkala ia kontrol, kadang pula rawat inap. Apalagi Gabby juga menderita gagal ginjal. Ia kerap sakit-sakitan. Namun, takdir telah menulis garisnya sendiri. Gabby wafat di usia 33 tahun pada tanggal 26 Desember 2020.</p>



<p>Pihak KEBAYA mencoba menawarkan kepada keluarga, apakah jenazah Gabby akan dibawa ke kampung halaman atau tidak. Pihak keluarga menolak dengan alasan tidak adanya biaya ambulans dari Yogyakarta ke Bogor. Oleh karena itu, biaya pemakaman ditanggung KEBAYA menggunakan uang yayasan, sementara biaya perawatan ditanggung BPJS.</p>



<p>Tentu KEBAYA bukan sekadar ODHA saja. Ada Novi, seorang<em>&nbsp;volunteer</em>&nbsp;yang memiliki jiwa kemanusiaan tinggi. Ia kerap menemani pasien ODHA yang sakit. Bahkan pada akhir 2020, ia tidak bisa libur sebab banyak waria lansia yang sakit parah di rumah sakit.</p>



<p>Jiwa besarnya selalu tergugah kala orang-orang menelfonnya untuk dimintai tolong. Jika si pasien masih bisa berjalan, ia mengantar menggunakan sepeda motor. Sebaliknya, jika parah, ia antar dengan mobil pribadi tanpa meminta biaya transportasi.</p>



<p>“Hidup manusia hanya sementara. Kalau kita tidak bermanfaat untuk orang lain, apa gunanya? Sisa hidup ini saya gunakan untuk bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan, karena mereka tidak memiliki keluarga dan tidak ada yang menolong,” &#8211; halaman 37</p>



<p><a href="https://yayasankebaya.org/tentang-website/">Yayasan KEBAYA</a>&nbsp;(Keluarga Besar Waria Yogyakarta) adalah rumah aman bagi&nbsp;<a href="https://yayasankebaya.org/category/informasi/">ODHA</a>&nbsp;(Orang Dengan HIV AIDS). Di dalamnya, solidaritas benar-benar diwujudkan atas nama kemanusiaan. Sebagaimana kita sadari, selama ini, waria kerap didiskriminasi. Mereka kerap dihina, dicaci dan seakan-akan tidak memiliki tempat di lingkungan.</p>



<p>Oleh karena itu, bila Anda ingin menyelami kemanusiaan pada diri mereka yang terpinggirkan. Ingin menyelami kemanusiaan yang selama ini jarang muncul ke publik, maka tak ada salahnya mengoleksi karya Masthuriyah Sa’dan ini. </p>



<p class="has-small-font-size"><em>sumber : penikmat buku Nurillah A. https://yoursay.suara.com</em></p><p>The post <a href="https://yayasankebaya.org/buku-solidaritas-waria-yogyakarta-solidaritas-dan-kemanusiaan-tanpa-memandang-gender/">[Buku] Solidaritas Waria Yogyakarta: Solidaritas dan Kemanusiaan Tanpa Memandang Gender</a> first appeared on <a href="https://yayasankebaya.org">Yayasan Kebaya</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://yayasankebaya.org/buku-solidaritas-waria-yogyakarta-solidaritas-dan-kemanusiaan-tanpa-memandang-gender/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Buku Transgender yang Inspiratif </title>
		<link>https://yayasankebaya.org/10-buku-transgender-waria-yang-menarik-untuk-dibaca/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=10-buku-transgender-waria-yang-menarik-untuk-dibaca</link>
					<comments>https://yayasankebaya.org/10-buku-transgender-waria-yang-menarik-untuk-dibaca/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danial]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2022 14:23:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yayasankebaya.org/?p=541</guid>

					<description><![CDATA[<p>Transgender seringkali dipandang sebelah mata sebagai kaum minoritas. Terlepas dari kontroversi transgender di masyarakat, karya-karya mereka dalam bentuk novel juga tidak kalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://yayasankebaya.org/10-buku-transgender-waria-yang-menarik-untuk-dibaca/">5 Buku Transgender yang Inspiratif </a> first appeared on <a href="https://yayasankebaya.org">Yayasan Kebaya</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="has-drop-cap">Transgender seringkali dipandang sebelah mata sebagai kaum minoritas. Terlepas dari kontroversi transgender di masyarakat, karya-karya mereka dalam bentuk novel juga tidak kalah hebat dengan karya sastra lainnya.</p>



<p>Bahkan mendapatkan pengakuan internasional dan mampu meraih penghargaan. Berikut 10 buku transgender baik yang menceritakan tentang kehidupan maupun yang ditulis penulis transgender. Seperti dirangkum dari berbagai sumber tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading has-luminous-vivid-orange-color has-text-color">Cooking in Heels&#8217; Karya Ceyenne Doroshow</h2>



<figure class="wp-block-image aligncenter size-full is-style-default"><img loading="lazy" decoding="async" width="460" height="225" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174351_6.doroshow_dlm.jpg" alt="" class="wp-image-544" srcset="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174351_6.doroshow_dlm.jpg 460w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174351_6.doroshow_dlm-300x147.jpg 300w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174351_6.doroshow_dlm-230x113.jpg 230w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174351_6.doroshow_dlm-350x171.jpg 350w" sizes="(max-width: 460px) 100vw, 460px" /></figure>



<p>Doroshow berbagi perjalanan hidupnya melalui 40 resep masakan dengan sentuhan gaya Karibia. Buku masakan yang terbit tahun 2012 lalu ini muncul dengan metode interaktif dan menampilkan cerita yang lezat dari kehidupan Doroshow.</p>



<h2 class="wp-block-heading has-luminous-vivid-orange-color has-text-color">Trauma Queen&#8217; Karya Lovemme Corazon</h2>



<figure class="wp-block-image aligncenter size-full is-style-default"><img loading="lazy" decoding="async" width="460" height="340" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174432_7.corazon_dlm.jpg" alt="" class="wp-image-545" srcset="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174432_7.corazon_dlm.jpg 460w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174432_7.corazon_dlm-300x222.jpg 300w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174432_7.corazon_dlm-230x170.jpg 230w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174432_7.corazon_dlm-350x259.jpg 350w" sizes="(max-width: 460px) 100vw, 460px" /></figure>



<p>Memoar ini terdiri dari puisi dan prosa perjalanan dari penulis Corazon. Mengapa buku ini menarik untuk dibaca? Karena memoar ini mengeksplorasi tema aktivis muda yang selama dari dysphoria gender dan sembuh dari trauma yang didapatkannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading has-luminous-vivid-orange-color has-text-color">Seasonal Velocities&#8217; Karya Ryka Aoki</h2>



<figure class="wp-block-image aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="460" height="338" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174458_8.rykaaoki_dlm.jpg" alt="" class="wp-image-546" srcset="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174458_8.rykaaoki_dlm.jpg 460w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174458_8.rykaaoki_dlm-300x220.jpg 300w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174458_8.rykaaoki_dlm-230x169.jpg 230w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174458_8.rykaaoki_dlm-350x257.jpg 350w" sizes="(max-width: 460px) 100vw, 460px" /></figure>



<p>Buku ini memuat koleksi dari penulis Ryka Aoki dan memuat puisi, cerita, dan transkrip dari seni pertunjukannya. Ia mampu mengeksplorasi tema kekerasan, cinta, harapan, dan rumah.</p>



<p>Buku ini juga menjadi salah satu nominasi untuk Lambda Literary Award. Koleksi ini telah dipuji karena menawarkan salah satu obat dari penyembuhan, harapan, dan penebusan.</p>



<h2 class="wp-block-heading has-luminous-vivid-orange-color has-text-color">I Rise: The Transformation of Toni Newman&#8217; Karya Toni Newman&#8217;</h2>



<figure class="wp-block-image aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="460" height="344" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174524_9.toninewman_dlm.jpg" alt="" class="wp-image-547" srcset="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174524_9.toninewman_dlm.jpg 460w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174524_9.toninewman_dlm-300x224.jpg 300w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174524_9.toninewman_dlm-230x172.jpg 230w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174524_9.toninewman_dlm-350x262.jpg 350w" sizes="(max-width: 460px) 100vw, 460px" /></figure>



<p>Memoar ini memuat kisah perjalanan dari penulis Toni Newman hingga tumbuh dewasa dalam keluarga Kristen. Hingga akhirnya ia belajar sekolah hukum untuk membantu komunitasnya.</p>



<p>Buku ini menjadi salah satu yang menarik dibaca karena Toni berbagi kisah hidupnya dalam kesulitan. Cerita ini juga diproses menjadi film independen.</p>



<h2 class="wp-block-heading has-luminous-vivid-orange-color has-text-color"><strong>Wanting in Arabic&#8217; Karya Trish Salah</strong></h2>



<figure class="wp-block-image aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="460" height="344" src="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174551_10.trishsalah_dlm.jpg" alt="" class="wp-image-548" srcset="https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174551_10.trishsalah_dlm.jpg 460w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174551_10.trishsalah_dlm-300x224.jpg 300w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174551_10.trishsalah_dlm-230x172.jpg 230w, https://yayasankebaya.org/wp-content/uploads/2022/02/174551_10.trishsalah_dlm-350x262.jpg 350w" sizes="(max-width: 460px) 100vw, 460px" /></figure>



<p>Koleksi-koleksi dari puisi Trish Salah mengeksplorasi tentang tema gender, nostalgia, bahasa, suku, dan ide-ide budaya.</p>



<p>Novel ini pertama kali dipublikasikan pada 2013 dan menjadi pemenang dari Lambda Literary Award untuk kategori trasgender pada 2014 silam.</p>



<p class="has-small-font-size">Sumber informasi :<em> https://hot.detik.com/art/d-2854864/10-buku-transgender-yang-menarik-dibaca-2</em></p><p>The post <a href="https://yayasankebaya.org/10-buku-transgender-waria-yang-menarik-untuk-dibaca/">5 Buku Transgender yang Inspiratif </a> first appeared on <a href="https://yayasankebaya.org">Yayasan Kebaya</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://yayasankebaya.org/10-buku-transgender-waria-yang-menarik-untuk-dibaca/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[Buku] Memahami Keragaman Gender dan Seksualitas: Sebuah Tafsir Kontekstual Islam</title>
		<link>https://yayasankebaya.org/buku-memahami-keragaman-gender-dan-seksualitas-sebuah-tafsir-kontekstual-islam/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=buku-memahami-keragaman-gender-dan-seksualitas-sebuah-tafsir-kontekstual-islam</link>
					<comments>https://yayasankebaya.org/buku-memahami-keragaman-gender-dan-seksualitas-sebuah-tafsir-kontekstual-islam/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danial]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2020 05:15:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Media]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yayasankebaya.org/?p=441</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis: Ustadz Arif Dalam buku yang piawai dan bernas ini, Ustadz Arif mengelindankan dua hal yang dianggap saling asing: religiusitas Islam dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://yayasankebaya.org/buku-memahami-keragaman-gender-dan-seksualitas-sebuah-tafsir-kontekstual-islam/">[Buku] Memahami Keragaman Gender dan Seksualitas: Sebuah Tafsir Kontekstual Islam</a> first appeared on <a href="https://yayasankebaya.org">Yayasan Kebaya</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis: Ustadz Arif</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Dalam buku yang piawai dan bernas ini, Ustadz Arif mengelindankan dua hal yang dianggap saling asing: religiusitas Islam dan keragaman gender dan seksualitas nonnormatif. Dengan dasar tekstual yang kukuh dan meyakinkan, Ustadz Arif menyoal pandangan konvensional yang menafikan keragaman itu. Dasar empiriknya tidak akalah kuat pula: pengalamannya selama 10 tahun bergumul mendampingi Pesanten Waria Al Fatah, selain mewadahi para transpuan untuk beribadah, juga orang yang berorientasi seksual, beridentitas dan berekspresi gender nonnormatif. Ditunjukkan pula bahwa apa yang dilakukannya bukan hal baru dalam islam, hanya saat ini dilupakan atau diingkari oleh para ulama dan pemimpin yang lebih mementingkan agama daripada manusia. Semoga buku ini menjadi salah satu sumbangsih membangun masyarakat yang kian adil dan beradab.</p><cite>Dede Oetomo, Pendiri dan Pembina Yayasan GAYa NUSANTARA</cite></blockquote>



<p></p><p>The post <a href="https://yayasankebaya.org/buku-memahami-keragaman-gender-dan-seksualitas-sebuah-tafsir-kontekstual-islam/">[Buku] Memahami Keragaman Gender dan Seksualitas: Sebuah Tafsir Kontekstual Islam</a> first appeared on <a href="https://yayasankebaya.org">Yayasan Kebaya</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://yayasankebaya.org/buku-memahami-keragaman-gender-dan-seksualitas-sebuah-tafsir-kontekstual-islam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[Buku] Santri Waria: Kisah Kehidupan Pondok Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta</title>
		<link>https://yayasankebaya.org/buku-santri-waria-kisah-kehidupan-pondok-pesantren-waria-al-fatah-yogyakarta/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=buku-santri-waria-kisah-kehidupan-pondok-pesantren-waria-al-fatah-yogyakarta</link>
					<comments>https://yayasankebaya.org/buku-santri-waria-kisah-kehidupan-pondok-pesantren-waria-al-fatah-yogyakarta/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danial]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2020 04:45:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Media]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yayasankebaya.org/?p=429</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kehadiran buku ini merupakan kado terindah saya menemani santri Pesantren Waria sejak 2016 sampai sekatang. Tujuan buku ini adalah sebagai tawaran perspektif [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://yayasankebaya.org/buku-santri-waria-kisah-kehidupan-pondok-pesantren-waria-al-fatah-yogyakarta/">[Buku] Santri Waria: Kisah Kehidupan Pondok Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta</a> first appeared on <a href="https://yayasankebaya.org">Yayasan Kebaya</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kehadiran buku ini merupakan kado terindah saya menemani santri Pesantren Waria sejak 2016 sampai sekatang. Tujuan buku ini adalah sebagai tawaran perspektif untuk melihat kelompok waria dengan cara pandang berbeda, lebih humanis dan menghormati individu waria sebagai layaknya manusia.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Buku ini menarik dari semua aspek karena memotrer kehidupan waria yang sedang nyantri di Pesantren. Buku ini dituturkan dari perspektif &#8220;<em>insiders</em>&#8221; yaitu santri-santri waria, para pengajar dan mereka yang pernah berinteraksi. Membutuhkan sebuah keberanian untuk menulis buku seperti ini. Sebagai pembaca, saya merasa dibawa menyusuri bilik-bilik pesantren kehidupan <em>personal</em> kaum waria yang <em>sublim</em>, bahkan apa yang dipelajari di ruang kelas. Saya salut dan mengapresiasi penulisnya, mbak Masthuriyah Sa&#8217;dan. Semoga karya penting ini menginspirasi perlakuan respek terhadap kaum yang termarjinalkan.</p><cite><strong>Mun&#8217;im Sirry</strong>, University of Notre Dame, Amerika Serikat</cite></blockquote>



<p></p><p>The post <a href="https://yayasankebaya.org/buku-santri-waria-kisah-kehidupan-pondok-pesantren-waria-al-fatah-yogyakarta/">[Buku] Santri Waria: Kisah Kehidupan Pondok Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta</a> first appeared on <a href="https://yayasankebaya.org">Yayasan Kebaya</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://yayasankebaya.org/buku-santri-waria-kisah-kehidupan-pondok-pesantren-waria-al-fatah-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
